Produk produk ini dibuat oleh kolektif yang dibuat bersama dengan individu dan komunitas diluar LBH Bandung bernama Social Club,semenjak Social Club terbentuk tahun 2014 ada keinginan untuk membuat pendanaan mandiri dengan berbasis komunitas dan tentunya sepakat dengan ide ide demokrasi dan Hak Asasi Manusia.Social Club sendiri akhirnya mendirikan sebuah unit usaha dengan meminjam garasi LBH Bandung (kantor Sidomulyo) dengan tujuan membuat sebuah ruang publik bersama kolektif/komunitas di kota Bandung selain itu tujuan Social Club juga mengkampanyekan ide hak asasi manusia dan multi kultural dengan anak muda sebagai pelopornya.

Social Club sendiri merasakan pentingnya sebuah kolaborasi lintas profesi dan keahlian oleh karena itu setiap aktifitas dan produk yang dibuat dilakukan bersama dengan para penggiat yang mempunyai keahliannya masing masing untuk menunjang kerja bantuan hukum dan mengkampanyekan hak asasi manusia,beberapa produk yang kami buat adalah :

T-Shirt Militansi Tanpa Batas

T-shirt ini dibuat dari seorang seniman bernama Dave Syauta yang juga seorang vokalis dari Band beraliran electric jamaican Sound “The Paps”,T-shirt ini mencoba menggambarkan semangat dari para pengabdi bantuan hukum dan juga para militant yang berada di garis depan perjuangan rakyat,ini adalah bentuk dedikasi kami terhadap semua orang yang masih berada di akar rumput.(November 2016)

T-shirt Indonesia Rumah Bersama

Hasil dari seorang komikus bernama Array yang kesehariannya membuat kolektif bernama mata merah comic,T-shirt ini adalah bentuk kampanye dan keresahan array terhadap fenomena menguatnya monopoli terhadap kebenaran dan kecenderungan stigma serta diskriminasi terhadap minoritas,T-shirt ini mengingatkan kembali bahwa Indonesia merupakan  negeri serta rumah bersama beragam aneka masyarakat .(Januari 2014)

Apron Mengakar dan Menebar Jaga Pasar

Apron atau biasa lebih dikenal orang dengan celemek yang dibuat oleh Terranova Waksman seorang punggawa dari kolektif dub Bandung bernama Anjing Dub ini dibuat karena sebuah kasus di Pasar Limbangan Garut yang kemudian memarjinalisasi pasar rakyat dan menggantikannya dengan pasar modern yang orientasinya adalah profit dibanding membangun kesejahteraan rakyat.Kenapa apron karena para pedagang pasar yang membuat organisasi bernama Paguyuban Pedagang Pasar Limbangan yang sehari harinya berdagang di pasar menggunakan apron/celemek sebagai peranti mereka,Apron ini kemudian juga menjadi kampanye pelestarian pasar tradisional.(Januari 2017)

T-Shirt Anti Violence Alliance LBH Bandung

Ditengah menguatnya fenomena diskriminasi serta persekusi paska pilkada Jakarta,kami menilai kita perlu melakukan sesuatu yang lebih bisa menyederhanakan kata toleransi,keanekaragaman dan hak asasi manusia dengan maksud untuk tidak terjerembab pada aksi kekerasan yang lebih luas lagi,pilihan itu jatuh untuk membuat Kampanye Anti Kekerasan,dimana harapannya bisa terbentuk sebuah aliansi masyarakat sipil yang menolak kekerasan (Anti Violence Alliance)yang sampai sekarang tetap dilakukan dengan mendorong adanya penguatan terhadap masyarakat sipil dengan cara advokasi,edukasi serta kampanye.Dengan bantuan dari Terranova Waksman maka T-shirt ini terbentuk dengan ilustrasi tangan” mudra” dan juga bunga lotus sebagai simbol anti kekerasan,bukankah kita pada dasarnya benci dengan kekerasan?(November 2017)

T-Shirt Gusdur Bring Back Peace

Dalam rangka pengembangan sarana ruangan, maka Social Club saat ini membutuhkan pembaharuan tata ruangan dan pergantian furniture. Hal tersebut bertujuan untuk memberikan suasana lebih nyaman sehingga ruang ini bisa lebih dimanfaatkan demi kegiatan publik yang lebih meluas lagi. Melihat adanya kepentingan tersebut maka Social Club menggalang dana melalui penjualan T-Shirt dan Patch (emblem).
Kaos dan patch ini tidak akan tercetak dengan baik tanpa adanya kontribusi yang luar biasa dari sahabat kami Anti Tank Project dari Yogyakarta yang telah memberikan sentuhan apik dalam karya yang dibuatnya .
Alasan kami memilih sosok K.H. Abdurrahman Wahid (Gusdur) sebagai tokoh yang diangkat dalam tema kaos diantaranya, beliau adalah seorang tokoh dengan semangat keberagaman, persamaan hak dan demokratisasi di sepanjang hidupnya, sehingga sangat pas buat kami untuk menghadirkan kembali sosok Gus Dur ditengah-tengah situasi masyarakat hari ini yang sangat mudah terpancing Hoax dan menganggap biasa-biasa saja pelanggaran terhadap Isu SARA. Harapannya selain kami bisa menggalang dana untuk keperluan ruang public, penjualan kaos+patch ini juga bisa membangkitkan ingatan kita tentang tokoh penting ini dan meneruskan perbuatan baiknya.(Maret 2017)

Snapback Justice for All

Sebuah produk topi snapback dari hasil kreasi gambar Dave Syauta dimana kekokohan tangan memegang timbang keadilan dijadikan harapan untuk menguatnya keadilan di Indonesia,dengan logo “Justice For All” topi ini dapat dijadikan sebuah makna baru untuk menyemangati bahwa keadilan itu tetap ada dan berharap keadilan tidak tebang pilih.

Snapback ini dapat digunakan oleh multi gender,semua usia dan beragam profesi.(Februari 2018)

T-Shirt Beware Of Politician

Kebanyakan politisi menggambarkan janji manisnya kepada masyarakat untuk memilihnya,semua cara digunakan mulai dari iming iming kesejahteraan hingga yang paling kotor adalah suap,banyak yang kemudian juga tidak malu untuk membuat pernyataan yang memojokkan kelompok minoritas untuk mendulang suara mayoritas.Sebuah karya dari Danny Tremor seorang artworker dengan karakter  gore kami memilih sebuah kampanye agar berhati hati pada politisi,sebuah dorongan masif agar masyarakat cerdas untuk tidak terpikat janji politik tanpa bukti.(Maret 2018)

Semua produk kami dihargai sebesar Rp 100.000,semua hasil digunakan untuk penguatan jaringan,edukasi masyarakat sipil dan juga kampanye kampanye berikutnya.

untuk mengcek ketersediaan produk hubungi Reza Rumakat (089664682324) atau datang langsung kekantor kami,Salam