KERTAS KERJA YLBHI-LBH REGION JAWA MENUNDA PENSIUN, MEMINDAHKAN BEBAN: CO- FIRING BIOMASSA SEBAGAI SOLUSI PALSU TRANSISI ENERGI
Kertas kerja “Menunda Pensiun, Memindahkan Beban: Co-Firing Biomassa sebagai Solusi Palsu Transisi Energi” mengkaji praktik co-firing biomassa di sejumlah Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Jawa dalam konteks agenda transisi energi dan target Net Zero Emission Indonesia 2060.
Alih-alih mempercepat pemensiunan PLTU batu bara, co-firing berpotensi memperpanjang operasional pembangkit melalui pencampuran biomassa dengan batu bara. Kertas kerja ini menyoroti bagaimana klaim pengurangan emisi melalui co-firing perlu dilihat secara menyeluruh, termasuk dengan mempertimbangkan emisi dari rantai pasok biomassa serta tetap dominannya penggunaan batu bara dalam proses pembakaran.
Kajian ini juga menelusuri kebutuhan biomassa dalam skala besar dan konsekuensinya terhadap hutan, lahan, serta ruang hidup masyarakat. Pengembangan Hutan Tanaman Energi (HTE) sebagai sumber bahan baku biomassa berpotensi memperluas tekanan terhadap ekosistem dan memunculkan persoalan penguasaan lahan, konflik agraria, serta hilangnya akses masyarakat terhadap sumber penghidupan.
Dengan melihat praktik co-firing pada sejumlah PLTU, kertas kerja ini mengurai bagaimana kebijakan transisi energi diterapkan di tingkat tapak, bagaimana rantai pasok biomassa dibangun, serta bagaimana manfaat dan beban dari kebijakan tersebut didistribusikan. Kajian ini sekaligus mempertanyakan transparansi, partisipasi publik, dan keseriusan pemerintah dalam memastikan pemensiunan PLTU sebagai bagian dari transisi energi yang adil.
Kertas kerja ini menunjukkan bahwa transisi energi tidak cukup diukur dari perubahan jenis bahan bakar, tetapi perlu dilihat dari keseluruhan dampak ekologis, sosial, agraria, dan tata kelola yang menyertainya.
